GULALI

cinta terlarang [2]

10 Feb 2012 - 15:25 WIB

kelanjutan dari cerita CINTA TERLARANG [1] yang ceritanya acak adut…hahaha

bayi dalam kandungan ku lahir dengan selamat, kulihat tangisan kerasnya membuatku bahagia. alis matanya,hidungnya,bibirnya,pipinya begitu meneduhkan. kata ibu ku,anakku mirip dengan ku.syukur lah,dia tidak mirip bajingan itu.

satrio,nama bajingan itu.setelah mengetahui aku hamil,dia ketakutan dan kabur entah kemana. mungkin aku juga salah telah mencintai satrio terlalu dalam sehingga saat hari valentine,satrio memaksaku untuk membuktikan cinta kita berdua. aku terlalu bodoh waktu itu, sehingga aku mau saja menyerahkan keperawananku padanya. bahkan setelah kejadian itu,satrio selalu minta lagi dan lagi, sehingga aku sadar tak mengeluarkan menstruasi dua bulan.ya, aku hamil di luar nikah.

jangan pernah tertipu daya oleh cinta,karena hakekatnya cinta tidak akan melukai. saat nafsu menguasai cinta,maka cinta itu akan binasa,karena seharusnyalah cinta yang menguasai nafsu,maka akan timbul cinta cinta dalam bahagia.

“rani,ibu pergi dulu yah?nanti dede rahma, ibu beliin mainan ya?” kata ibuku sambil mencubit pipi rahma,anakku,dan mencium gemes.

“ati-ati ya bu,nanti kalo ada yang jual pisang kepok,sekalian beli juga ya”

“iyah,nanti kalo pas lewat,ibu beliin”

mungkin kalau bukan karena ibu ku yang begitu tabah menerima semua ini,aku tak sanggup menerima kenyataan ini,aku begitu tergoncang,sampai-sampai pernah terbersit untuk melakukan penguguran,untungnya sebelum melakukan,orang tua ku menasehatiku dan mau menerima anak itu sebagai cucunya.

“mungkin kamu bisa saja menggugurkan anak itu,tapi kamu harus tahu bahwa menggugurkan janin yang sudah terbentuk sama saja kamu melakukan pembunuhan,itu kalo berhasil.tapi kalo penguguran itu tidak berhasil,di hawatirkan anakmu mengalami kecacatan,apa kamu gak kasihan?” tutur ayah ku saat aku murung terus dan memukul-mukul perut jika aku teringat pacarku.

“ayah dan ibu sudah pasrah dan menerima,kamu tak perlu bersedih terus nak,kamu tak perlu pedulikan gunjingan tetanggamu nak, kamu tak perlu meratapi kesalahanmu terus menerus,kamu harus bangkit” nasihat orang tua ku

siang begitu terik,matahari seperti tak berjarak dengan kepala.panas menyengat. ketokan dari luar mengagetkanku yang sedang tidur siang.kulihat anak ku juga ikut terbelalak kaget.aku beranjak dari tempat tidurku untuk membukakan pintu.

lalu siapa gerangan yang mengetok pintu rumah rani?

karena penulis bingung,tunggu saja deh di CINTA TERLARANG [3] ,kalo ada usul kelanjutan cerita ini boleh komen di marih juragan……hehehe

pisss ah…hehehe


TAGS  


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive