GULALI

cintaku terhalang weton

6 Feb 2012 - 16:27 WIB

hhhhmmmmmm….uuugggghhh…..aku mendesah,duduk di sofa.pikiran ku melayang,memikirkan nasib cintaku bersama indah yang di tentang habis oleh orang tua ku.

“lebih baik kamu batalkan saja menikahi wanita itu” ucap ibuku datar

“tapi mak,aku cinta dia,sayang sama dia” aku meyakinkan ibuku

“kamu tahu weton kamu tidak cocok dengan dia,bakal ada bencana yang akan menimpa keluarga kita” ibuku menceramahiku

“kenapa sih emak sama bapak masih percaya sama yang begituan!” aku membantah orang tuaku

” andi! kamu tuh orang jawa,kamu harus tahu bahwa kita memakai penanggalan itu tidak sembarangan,kamu harus percaya itu” suara bapak meninggi

“tapi pak,mak……….”

“sudah,gak usah tapi-tapi an,kamu harus membatalkan pernikahan!” bapak bersikukuh pada pendirian.

sebulan kemudian…..

aku yang selalu menurut apa kata ibu dan bapak ku,untuk kali ini tidak.aku bersikeras untuk melangsungkan pernikahan,walau tentangan dari orang tua ku begitu hebat,tapi aku tetap kukuh pada pendirianku,karena aku begitu mencintai indah,pacarku.

pernikahan yang seadanya,tak membuat kebahagiaanku berkurang.aku begitu bahagia.begitu pun indah,mau menerimaku apa adanya.

orang tua ku sebenarnya tak merestuiku,tapi karena aku anak satu-satunya orang tua ku,maka mereka terpaksa mau menikahkan aku dengan indah,walaupun tetap saja orang tua ku selalu mengingatkanku untuk segera bercerai.

aku memutuskan untuk mengontrak rumah sendiri,karena aku ingin mandiri bersama istri yang aku nikahi.walaupun rumah kecil tapi paling tidak aku merasa bisa menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab.

“nak,cepat pulang ke rumah,mamakmu sedang sakit keras” tiba-tiba sms yang masuk ke handphone ku mengagetkan jantungku,sms dari bapak mengabarkan kalau mamak sedang sakit.

aku bergegas pulang menjemput istri ku,mengabarkan bahwa orang tua ku sedang sakit keras.

aku bergegas menuju rumah orang tuaku bersama istriku, di sana sudah berkumpul,saudara-saudaraku,bibi dan pamanku.

kulihat ibu ku terbaring di kasur,badannya semakin kurus,matanya tiris,dan badannya seperti hanya kulit yang melapisi tulang saja.kau mengigau selalu memanggil namaku.

“mak,andi sudah di sini,mak cepet sembuh ya” ku pegang tangannya yang kurus,ku belai dan ku cium tangan yang dulu telah membesarkanku.

“andi,kamu dan istrimu di panggil ayahmu di ruang tamu” paman tiba-tiba datang dan berbisik kepadaku.

aku dan istriku pun meninggalkan ibu sementara yang berbaring di dalam kamar.

“nak,bapak mau ngomong” dengan menyalakan rokoknya,bapak mengajak bicara kami.

“nak,kamu dan indah harus bercerai,kamu tidak kasihan sama mamakmu,gara-gara pernikahan kalian,mamakmu sekarang sakit-sakitan” ucap bapak datar sambil menghisap rokoknya.

“tapi pak,mama sakit bukan karena kita berdua,mama sakit karena kehendak Tuhan,pa.”

indah menangis sesenggukan,air matanya mengalir deras,aku tak tahu harus berbuat apa.

“nak,kamu harus bercerai,ini demi nyawa ibumu,bapak kan sudah ngomong dari dulu,bahwa weton kalian tidak cocok”

“pak,aku tidak mau bercerai dengan indah,aku sangat menyayangi dia.”

bapak ku marah,di bantingnya rokok yang ada di tangan,sementara indah masih menangis di pundak ku.

“andi,ibu sudah siuman,katanya mau ngomong sama kamu” bibiku tiba-tiba keluar dari kamar ibu ku

kami pun melihat kondisi ibu,walaupun istriku agak terisak

“istrimu kenapa,andi?” tanya ibuku dengan suara serak lirih

“gak papa mak,mak cepet sembuh ya” aku memegang tangan mamak

“andi,mak mau bicara sama kalian semua”

“iya mak” jawabku di samping bibi dan pamanku,sementara bapakku berdiri di depan pintu

“mak,minta maaf,kalo dulu mak salah menghitung weton mu,sebenarnya kamu cocok dengan indah,dan tak ada bencana untuk keluarga kita,karena semua itu hanya Tuhan yang tahu.”

mendengar itu,indah yang tadinya terisak terus,mulai mengusap air matanya yang sembab.lalu memeluk mamak ku dan mencium tangannya

“mak terima kasih,aku sangat mencintai andi dan aku tak ingin bercerai dengannya”ucap indah

“kamu gak akan cerai nak,dan tak akan ada yang akan memaksamu untuk bercerai lagi”

aku pun mulai tersenyum,ku cium tangan mamak ku dengan kebahagian bersama indah,sementara ayahku keluar dari kamar dengan senyuman kepadaku.

tsefull

baca juga yang lain :

Apel Untuk Rasya

Aku Teroris Koplax

Aku Benci Fiksi


TAGS   cerpen / cinta / weton /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive