GULALI

  • puisi /
    2 Feb 2011

    Ijinkan Aku Poligami, Wahai Istriku yang Cantik

    istriku yang cantik saat matahari menampakkan sinarnya bumi pun menjadi terang olehnya tapi tak hanya bumi yang di terangi oleh matahari planet lain pun membutuhkan cahaya matahari sama halnya seekor lebah yang memberikan manfaat terhadap bunga-bunga ya..bunga-bunga,tak hanya satu bunga tahukah kau sang bunga-bunga pun membutuhkan lebah jadi sudilah istriku. agar aku seperti matahari yang menyinari planet-planet lain tak hanya bumi yang di sinari izinkanlah aku memberikan kebaikan seperti matahari yang memberikan pada semua planet yaahhh.boleh yah istriku.aku berpoligami. jawaban sang istri suamiku yang ganteng seandainya kau hanya sebuah lilin kumal yang ada di kamar kita yang hanya mampu menerangi setengah dari kamar kita bahkan kau terlihat redup saat angin berhembus
  • puisi /
    25 Oct 2010

    bedebah rasa hidup ini

    bedebah rasa hidup ini seonggok masalah menari dalam kepala terseok-seok menyusuri jurang yang dalam berputar tak tentu arah raga menceracau jiwa melayang sendi-sendi menampakkan kepiluan remuk bak periuk tak berarang resah,gelisah tak tentu arah mengendap-endap dalam bayang hhhmmmmmm nafas seakan tak berkawan pikiran merasakan gigilan yang menjalar meresap merayap lalu menyerang memang bedebah hidup ini aaaarrrrggghhhh
  • Umum / puisi /
    27 Jul 2010

    berdoa untuk wakil rakyat pembolos

    gambar dari google duhai bapak dewan yang terhormat aku rindu akan janjimu mensejahterakan rakyatmu membuai-buai janji di saat kampanye kau dulu menebar harapan pada pendukungmu tapi kau malah rajin membolos di saat rapatmu kau bahkan lebih suka hadir di televisi berargumen kesana kemari duhai bapak dewan yang terhormat aku memilihmu agar di belamu aku mengharapkanmu karena kau menanam janji-janji manismu jangan kau dustakan janji manismu itu seringkali kita melihat banyak anggota DPR yang tak hadir dalam setiap rapat di televisi,bahkan ada pula yang tertidur di saat sidang di mulai. jangan bilang anggota DPR juga manusia yang punya rasa capek dan lelah.menjadi anggota DPR karena rakyat menaruh harapan kepada wakil rakyat tersebut, oleh karenanya tak semestinya anggota dewan
  • puisi /
    9 Apr 2010

    sujudku dalam malam

    sunyi malam yang menghiasi mimpi dalam hembusan angin berarak keheningan yang berbalut goyang para pepohonan rintihan kemalasan merasuk dalam raga menjelma merajut tak berkesudahan sepanjang malam ku coba tuk melawan sunyi senyap yang menghiasi rasa terombang ambing dalam suasana jiwa sudahlah merajutku untuk menikmati malam membawaku ke dalam alam mimpi yang tak ku mengerti aku mau bersimpuh pada sang penguasa alam menikmati aduanku pada sang pencipta malam ku berjalan menuju tetesan air kran membasuh ragaku yang penuh dengan kotoran jiwa semerbak aroma malas jiwa selalu menyeretku tapi ku coba untuk bertahan aku yang berlumur dengan dosa bersimpuh kepadamu ya Tuhanku getaran-getaran jiwa menyebut nama-Mu dalam balutan-balutan zikir-ku ke pada-Mu memohon ampunan yang
  • Umum / puisi /
    18 Feb 2010

    my friendship, my motivator

    Pernah curhat ke sahabat?ya iya lah masa ya iya ga…..hehehe….sadar atau tidak mencurahkan beban masalah yang ada di kepala kita kepada orang yang kita percaya, bisa mengurangi penderitaan yang ada pada diri kita,di samping itu juga sahabat pastinya akan mencoba mencari solusi yang terbaik untuk menemukan jalan keluar bagi permasalahan kita. Ya….sahabat kadang menjadi motivator kita untuk selalu membantu kita,mendengarkan keluh kesah kita,menyemangati kita. Pernah suatu hari gw bercerita ke teman gw bahwa gw di tolak cinta oleh seseorang (hihihi….malu dech gw curhat nya ga banget seh….hehehe….makanya kalo mau nembak pake permen yg wangi dunks….hhmmm…iklan mode on lah……sedih abis deh pokoknya)dengan gaya sok pujangga teman gw bil
  • Umum / puisi /
    12 Feb 2010

    cinta

    ku ukir dalam segenap jiwa merengkuh alunan nada menjalin rasa yang menebarkan irama surga melekat dalam bibir sang pujangga senyum berarak menerpa raga menghiasi alam semesta menyinari seisi dunia menebarkan bahagia di jiwa rasa yang ingin setia mencerca sebait-bait alunan jiwa hingga hati tak mau mendua hingga asa binasa terhadap rasa
  • puisi /
    12 Jan 2010

    Rokok...oh....Rokok.... (puisi)

    berderet-deret aroma nikotin yang menyeruak kan dada para pengebul menghinggapi jiwa-jiwa tak kenal kompromi pada sang penyehat rintihan sesak tak di hiraukan asal menyelami buih-buih kenikmatan engkau bak pejantan yang tak pejantan mengukir noda-noda dalam kesuraman yang menjalar dentuman nikotin,tar, bahkan karbondioksida selalu menemanimu taukah kau……………? menyiram tanaman dengan bensin sama saja kau pelan-pelan membunuh tanaman itu sama seperti dirimu yang tak kenal dengan aroma kesejukan mengoyak-oyak ragamu dengan sekumpulan kabut yang merasukimu mengalirkan racun dalam kehidupan mu yang tak bosan terus mengebul mencari seberkas kenikmatan yang sesaat kau dapatkan tapi kau tak peduli tentang apa itu seha
  • puisi /
    17 Dec 2009

    politik yang menggelitik (puisi)

    tebar-menebar isu dalam balutan bumbu-bumbu yang terangsang menculik aroma kebenaran dalam irama kebingungan yang menjalar riak-riak individualistik mengular bak meriam melancarkan pelurunya rintihan kalbu tak dipedulikan cincang saja negeri ini bila kau mau dari pada kau menebar gelak tawa yang tak pernah ada ujungnya menanam sejengkal fitnah dan menebar benih-benih ketidakpastian kau pandai melucu dalam hidupmu walau lucuanmu membawa petaka bagi semua dalam balutan kesahajaanmu tersimpan badut yang terpaut mendendangkan syair-syair tak menentu hari ini bilang ini besok bilang itu entahlah…………..syairmu merusak pendengaranku walau sejengkal naluri berbudi masih tersimpan dalam jiwamu tak apalah……
  • puisi /
    5 Nov 2009

    Di mana kau pahlawan (puisiku)

    Di mana kau Pahlawan semerbak kamboja menyelimuti hukum bangsa ini seakan-akan menyeruak kedalam dinding perakus yang politikus bergetarnya aroma keadilan yang mulai goyah menjelma menjadi butir-butir kebusukan yang menjalar bukit,gunung,pantai,daratan semua memanggilmu ingin melihatmu gagah berdiri tanpa ada yang mampu mengkadali mengoyak-oyak kerakusan dan ketamakan mencincang-cincang penyuap-penyuap ulung mencabik-cabik perampas kekayaan bangsa dimanakah kau pahlawan apakah kau sudah lelah untuk disebut pahlawan aku ingat kisah heroikmu melawan penjajah tak gentar melawan walau hanya bambu runcing yang kau punya tapi sekarang kenapa kau seolah-olah menghilang di telan jaman aku rindu dirimu pahlawanku air,angin,api ingin merasakan mu bukit,gunung,pantai,laut,daratan haus belai

Author

Recent Post

Recent Comments